Sintren Brebes “Layung Sari” Pagejugan Brebes
Sintren Brebes
“Layung Sari” Pagejugan Brebes adalah bentuk grup kesenian tradisional yang
dipimpin oleh Bapak Dulbari. Grup kesenian tradisonal ini sebagai wadah untuk
melestarikan kesenian tradisional Sintren Brebes.
Sintren adalah
kesenian tari tradisional masyarakat pesisir Jawa Tengah dan Jawa Barat antara
lain Pekalongan, Pemalang, Brebes, Kuningan, Cirebon, dan Indramayu. Kesenian
Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis yang bersumber dari cerita
cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.
Penelitian
terhadap kelompok kesenian ini dilaksanakan pada bulan september sampai dengan
bulan desember 2011 dengan narasumber pimpinan grup kesenian tradisonal Sintren
Brebes “Layung Sari” Pagejugan Brebes Bapak Dulbari. Grup Sintren Brebes
“Layung Sari” Pagejugan Brebes dipilih sebagai obyek penelitian dikarenakan
kelompok ini telah lama berkecimpung dengan kesenian tradisional Sintren
Brebes.
Gambaran Umum Sintren Brebes
Kesenian
tradisional khas Brebes ini hidup didukung oleh masyarakat buruh tani pedesaan
dalam wilayah Kabupaten Brebes. Kesenian tradisional Sintren Brebes mulai
digarap oleh para seniman dan seniwati yang bermata penceharian sebagai buruh
tani dan mereka memanfaatkan sebagai hiburan.
Dalam hal gerak
tari, para seniman dan seniwati kesenian tradisional Sintren Brebes ini tidak
mungkin bisa menggarapnya, karena penari Sintren menari-nari dalam keadaan
tidak sadarkan diri. Penari yang kemasukan roh ini menari-nari sesuai dengan
kehendak roh yang menjelma pada sang penari, sesuai dengan irama lagu , karena
penari Sintren menari-nari dalam keadaan tidak sadarkan diri. Penari yang
kemasukan roh ini menari-nari sesuai dengan kehendak roh yang menjelma pada
sang penari, sesuai dengan irama lagu yang dimintanya lewat pawang
(kemlandang).
Gerak tarinya
tanpa pola yang monoton karena ditarikan oleh penari yang tidak sadarkan diri
inilah, maka gerak tari Sintren Brebes ini tidak dapat digarap untuk dibawa ke
arah gerak tari yang lebih maju atau gerak tari yang lebih indah.
Kesenian
tradisional Sintren Brebes juga mengandung unsur magic. Dalang atau dukun yang
biasa disebut kemlandang dengan mantra-mantranya berusaha untuk menghadirkan
roh bidadari agar datang dan masuk ke dalam diri sang penari Sintren. Doa
selanjutnya diharapkan agar mampu menjadikan wajah sang penari sintren tersebut
lebih cantik dan juga berharap sang penari Sintren bisa menari dengan
gerakan-gerakan yang gemulai sesuai dengan irama lagu yang mengiringinya. Lagu
iringan tersebut berganti-ganti sesuai dengan permintaan sang Sintren lewat
kemlandang.
Jalannya Pertunjukan Sintren
- Penari Sintren dan Kemlandang menyiapkan diri di dekat kurungan yang siap untuk dipentaskan.
- Penari Sintren dengan pakaian persedian yang terlipat rapi ditutup (dimasukan) dalam kurungan oleh sang Kemlandang.
- Sang Kemlandang menyiapkan pedupaan, biasanya dengan bunga-bunga.
- Sang Kemlandang membakar kemenyan sambil membaca mantera-mantera untuk menghadirkan roh bidadari
- Lagu-lagu iringan dengan syair-syair mengundang dewa/dewi dikumandangkan oleh para juru kawi.
- Sang Kemlandang berbisik mendekat pada kurungan sambil meneliti Sintren tersebut jadi atau tidak.
- Pada saat menerima bisikan sang Sintren meminta lagu, ini merupakan pertanda bahwa Sintren jadi.
- Lagu permintaan sang Sintren dibawakan dengan bersamaan dengan lagu tersebut kurungan dibuka.
- Sintren menari-nari sesuai dengan irama lagu yang mengiringinya.
- Setelah lagu dibawakan beberapa kali maka dihentikan dan pada saat berhenti lagunya, tarianpun berhenti. Dan kemudian berganti lagu sang Sintren pun kembali menari-nari dengan irama lagu yang baru.
- Mula-mula Sintren menari sendirian. Tetapi setelah juru kawi membawakan lagu yang bersyair mencari Bodor, maka penari Sintren memerlukan pendamping. Dan pendamping tersebut dinamakan Bodor.
- Permainan ini diulang-ulang sesuai keinginan sang Kemlandang.
- Setelah pementasan dirasa cukup maka penari Sintren menempatkan diri untuk ditutup dikurungan
- Setelah lagu berakhir maka kurunganpun dibuka dan sang penari Sintren kembali dalam keadaan sadar seperti sebelumnya.
Instrumen Musik Sintren Brebes
Instrumen pada
kesenian Sintren Brebes merupakan instrumen dari Jawa Barat dan gabungan dengan
instrumen musik moderen. Berikut ini akan dijelaskan tentang alat-alat musik
yang digunakan dalam kesenian Sintren Brebes.
a. Kecrek
Kecrek
adalah alat musik ritmis yang terbuat dari batangan logam berbentuk persegi
panjang. Kecrek dibunyikan dengan cara dipukul dengan menggunakan stik kecrek
yang terbuat dari kayu yang berbentuk seperti palu.
b.
Kempyang
Kempyang
adalah dua jenis gong berposisi horizontal ditumpangkan pada tali yang
ditegangkan pada bingkai kayu.
c.
Kempul
dan Gong
Kempul
adalah sebuah gong gantung kecil yang digantung pada kerangka yang sama dengan
gong dan dipukul oleh pemain yang sama. Kempul adalah pelengkap wajib dari gong
dan melengkapi penekanannya. Gong yaitu sebuah gong besar yang digantung pada
kerangka dari kayu dan dipukul dengan sebatang kayu berbatang padat oleh pemain
yang duduk di dekat kerangkanya. Gong merupakan alat wajib pada sebuah gamelan.
Alat ini dianggap sebagai “pembimbing ritme” dengan cara yang agak berbada dari
kendang. Gong berfungsi untuk menentukan tempo yang dapat dipercepat atau
diperlambat, mengatur luas komposisi sebuah lagu, pembagian jeda di dalam
kalimat musikal panjang. Gong menekankan pada ketukan terakhir dari garis
melodis.
d.
Gendang
/ Kendang
Gendang
yang digunakan pada kesenian Sintren Brebes adalah gendang jawa barat bisa
disebut juga gendang jaipong atau gendang sunda. Yang terdiri dari dua gendang
kecil dan satu gendang besar.
e.
Suling
Dalam
kesenian Sintren Brebes, Suling yang digunakan adalah suling bambu yang pada
umumnya di gunakan di Indonesia dalam arti asli pribumi.
f.
Gitar
Elektrik
Gitar
elektrik adalah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik dengan
menggunakan jari maupun plektrum (pick).
g.
Keyboard
Keyboard
adalah alat musik yang dimainkan seperti piano, hanya saja keyboard bisa
memainkan beragam suara seperti, terompet, suling, gitar, biola, perkusi, dan
sebagainya.
Karakter Musik Sintren
Setelah mengetahui
lagu-lagu Sintren Brebes yang dibawakan oleh grup Layung Sari, maka dapat
terlihat karakter atau ciri-ciri musik yang terdapat di dalamnya, di antaranya
adalah :
1.
Instrumen
Dari
hasil penelitian dan wawancara pada keseian tradisional Sintren Brebes, maka
dapat diketahui instrumen yang terdapat di dalam kesenian tradisonal Sintren
Brebes. Gitar elektrik sangat berperan sekali (wajib) ada dalam kesenian
tradisional Sintren Brebes selain sebagai instrumen pembawa melodi, ada juga
instrument lain sebagai pembawa melodi yaitu suling. Gitar elektrik dalam
kesenian tradisional Sintren Brebes tidak berfungsi sebagai pengiring (tidak
memainkan akor/kunci), tetapi gitar elektrik berperan sebagai melodi. Sedangkan
instrumen gendang berperan sebagai penentu tempo pada musik untuk mengiringi
tarian Sintren Brebes.
2.
Tangga
Nada
Pada
kesenian tradisional Sintren Brebes tangga nada yang digunakan adalah
pentatonis pelog dan pentatonis slendro. Tangga nada pentatonis pelog yaitu 1
(do) -3 (mi) – 4 (fa) – 5 (sol) – 7 (si) dan tangga nada pentatonis slendro
yaitu 1 (do) – 2 (re) – 3 (mi) – 5 (sol) – 6 (la). Kedua tangga nada ini
dimainkan oleh instrumen suling bambu dan gitar elektrik, selain itu lagulagu
yang dibawakan pun kebanyakan bernada pentatonis.








0 Komentar