Pagelaran Kesenian Sintren di Cirebon

Hari ini saya akan membahas tentang Pagelaran Kesenian Sintren di Cirebon . Kalian tahu tidak, sintren ini terkenal tarian khas dari Cirebon. Sebelum membahas sintren, saya akan memberi tahu sedikit tentang Cirebon.

Hasil gambar untuk cirebon
Gambar : Kota Cirebon

Cirebon adalah kota yang kaya akan kesenian dan budaya. Cirebon memiliki banyak kesenian dan budaya diantaranya yaitu sintren. Pola hidup merupakan bagian dari budaya yang terus berkembang dalam kehidupan masyarakat dan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.

Tidak terlepas dari ciri khas yang dimiliki Cirebon sangat dominan dalam penyebaran ajaran Islam yang dilakukan oleh para walisongo yang kental akan ajaran tasawuf dan kesenian. Kesenian memudahkan masyarakat untuk dakwah ajaran agama Islam melalui pagelaran yang ditujukan untuk masyarakat umum dengan harapan selain masyarakat menikmati unsur hiburannya.

Langsung saja kita bahas tentang Sintren .

Hasil gambar untuk sintren cirebon
Gambar : Sintren

Sintren adalah kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Cirebon. Sintren merupakan kesenian yang sederhana dengan menggunakan perlengkapan yang sederhana. Sintren terdiri dari dua suku kata yaitu Sinyo yang berarti pemuda dan trennen yang berarti berlatih. Secara etimologi Sintren merupakan gabungan dari dua suku kata yaitu Si yang berarti ia atau dia dan Tren berarti tri atau panggilan lain kata putri. Sehingga Sintren adalah Si Putri yang menjadi pemeran utama dalam kesenian sintren.

Sintren mulai diperkenalkan di kalangan masyarakat sekitar tahun 1940, Sintren merupakan bagian dari cerita rakyat yang dalam pagelaran pementasannya seorang penari menari dengan gerak ritmik sangat indah dalam kondisi tidak sadarkan diri seperti halnya fana yang dilakukan oleh para sufi. Kesenian sintren terus berkembang mengikuti arus perkembangan zaman.

Kesenian Sintren tumbuh dan berkembang mengikuti kemajuan zaman. Sebelumnya sintren digunakan sebagai media untuk mengusir para penjajah, pada zaman animisme dan dinamisme sintren digunakan sebagai alat untuk mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan arwah para leluhur. Namun pada zaman perkembangan agama Islam di Cirebon Sintren digunakan sebagai media dakwah dalam penyebaran agama Islam. Para wali menyebarkan agama Islam dengan memanfaatkan sarana kesenian sintren sebagai salah satu kesenian tradisional yang dijadikan media dakwah Islam di Cirebon dan sekitarnya.  Dalam pementasan keenian sintren sangat banyak pesan-pesan yang terselubung yang mengandung nilai-nilai falsafah keagamaan, dapat dilihat pada saat pementasannya, gerakan tariannya, lagu-lagu yang mengandung  dinyanyikan, alat musik yang digunakan semua itu mengandung unsur keagamaan agar penonton mudah menangkap pesan kesan yang ingin disampaikan dalam pertunjukan kesenian sintren tersebut. Selain sebagai tontonan, pertunjukan kesenian sintren juga berfungsi sebagai tuntunan. Pesan-pesan simbolik di setiap adegannya mengandung didikan, terutama didikan untuk para generasi muda, membentuk karakter masyarakat dan sebagai salah satu bentuk dari pencerahan masyarakat.

Pagelaran kesenian sintren sekarang ini jarang sekali dipentaskan, hanya di peringatan tertentu dan hari-hari besar saja sintren di pentaskan. sintren merupakan kekayaan budaya yang bernilai luhur, yang merupakan media dakwah bagi sebagian kalangan.

Kesenian sintren sama halnya dengan kesenian lainnya yang digunakan sebagai media dakwah islam misalnya saja kesenian wayang dan tari topeng, sebagai media islamisasi memiliki konsep yang ingin dijelaskan kepada masyarakat melalui pementasannya, diantaranya yaitu konsep tasawuf. Tasawuf berasal dari kata Shafa’ yang artinya suci. Maksudnya ialah mensucikan diri dihadapan Tuhan dengan latihan berat dan lama. Tasawuf juga berasal dari kata shuf  yang berarti kain wol kasar. Maksudnya ialah para sufi itu hidupnya sederhana, berhati mulia, menjauhi pakaian sutera dan memakai wol kasar.

Tasawuf ialah mendekatkan diri kepada Allah dengan beribadah membersihkan diri dari sifat-sifat tercela, menghias diri dengan sifat-sifat terpuji, tidak mementingkan urusan dunia, merasa cukup atas segala pemberian Allah atas dirinya disertai tawakal dan mahabbah kepada Allah.Kesenian sintren mendialogkan nilai-nilai tasawuf  dalam pementasannya agar dengan mudah dapat ditangkap oleh masyarakat melalui tarian, lagu, alat musik dan para pemainnya. Pertunjukan sintren saat ini telah mengubah syair-syair non islam menjadi syair-syair Islam.

Sekian dari blog ini, kurang lebihnya mohon dimaafkan, dan terimakasi kepada sumber yang terkait yang membantu dalam membuat blog ini dan terima kasih juga kepada para pembaca.

Sumber : http://sc.syekhnurjati.ac.id/esscamp/risetmhs/artikel14123351244.docx

0 Komentar